Oct 10

Makassar Green Culture Festival 2014 dan Konferensi Indonesia Berkebun 2014

Makassar Green Culture Festival 2014

Lingkungan hidup adalah elemen terpenting dalam keberlangsungan hidup manusia serta mahluk lainnya.  Kerusakan lingkungan yang terjadi dalam kurun waktu beberapa dekade tahun terakhir menimbulkan kerisauan penduduk dunia dari hari ke hari. Bencana alam berupa banjir, perubahan iklim yang ekstrim, dan longsor adalah beberapa akibat yang ditimbulkan dari kerusakan alam. Berangkat dari kerisauan tersebut, gerakan-gerakan peduli lingkungan pun lahir guna memberi aksi nyata demi pelestarian lingkungan.

Di Indonesia sendiri  terdapat berbagai jenis organisasi non-pemerintah (NGO), komunitas dan gerakan masyarakat yang concern di bidang lingkungan. Tidak ketinggalan di Kota Makassar. Hadirnya gerakan peduli lingkungan ini, memberi bukti bahwa masyarakat kota Makassar tidak ingin tinggal diam berpangku tangan, tapi turut berkontribusi dan memberi adil dalam kegiatan penyelamatan lingkungan. Mereka yang tergabung dalam komunitas lingkungan ini berasal dari berbagai latar belakang profesi, budaya dan usia.

Melihat tingginya kepedulian masyarakat kota Makassar dalam aksi penyelamatan lingkungan melalui berbagai gerakan dan komunitas menjadikan  Indonesia Berkebun (ID Berkebun), sebagai gerakan peduli lingkungan dengan program Urban Farming, tergerak untuk memberi apresiasi kepada komunitas-komounitas hijau di kota Anging Mammiri dalam bentuk gelaran event, Makassar Green Culture Festival 2014 (#MGCF2014) with Indonesia Berkebun.

Ratusan peserta yang terdiri dari aktivis lingkungan, anggota jejaring ID Berkebun dari seluruh Indonesia, praktisi Urban Farming, badan usaha serta LSM yang menjadi partner ID Berkebun selama ini akan memadati Benteng Rotterdam Makassar yang dipilih sebagai tempat perhelatan.

Selama festival berlangsung, beragam kegiatan akan digelar, diantaranya pameran komunitas, talkshow komunitas dan lingkungan, kompetisi mural bertema lingkungan, berkebun bersama jejaring ID Berkebun se-Indonesia serta pertunjukan langgam musik. Hal ini dijelaskan oleh Ketua Panitia MGCF 2014 dan Konferensi Nasional Indonesia berkebun 2014, Andi Syahriyunita.

“MGCF menjadi ajang silaturahim penggiat lingkungan se-Makassar, berbagi ide, dan informasi terkait kegiatan lingkungan serta mempertemukan komunitas lingkungan se-Makassar dengan jejaring Indonesia Berkebun dari seluruh Indonesia. Kami berasal dari satu visi yang sama, yakni bagaimana menjaga lingkungan agar masih bisa dinikmati hingga anak cucu kita kelak, karenanya silaturahmi antar komunitas adalah hal paling penting. Hal ini juga menjadi tahap awal lahirnya sinergi atau kolaborasi antar komunitas lingkungan di Makassar,” urainya.

Syahriyunita menambahkan bahwa, selain mengusung isu lingkungan, festival ini juga menjadi ajang perkenalan budaya Sulawesi Selatan kepada anggota jejaring ID Berkebun yang terdapat di 40 kota di Indonesia 40 kota di Indonesia, diantaranya Jakarta, Bandung, Bali, Medan, Pontianak, Padang, Jogja, Semarang, Solo, dn lain-lain serta empat Kampus Berkebun, yakni Universitas Indonesia, Institut Teknologi  Telkom Bandung, Universitas Tirta Jaya dan Institut Pertanian Bogor. Festival ini akan dikemas dalam bentuk kegiatan  pertunjukan budaya daerah Sulsel. “Sesuai nama acaranya, Green and Culture. Konsepnya adalah lingkungan dan budaya daerah,” tambahnya.

Konferensi Nasional Indonesia Berkebun 2014

Selain MGCF 2014, Indonesia Berkebun juga akan menghelat Konferensi Indonesia Bekebun (#IDBerkebunConf) yang merupakan konferensi tahunan komunitas yang telah memperoleh anugerah penghargaan penghargaan oleh Google Asia Pacific untuk kategori Web-Heroes pada tahun 2011, Inspiring Movement for Environment 2013 dari Nutrifood dan Finalist Ashoka Changemakers 2013.

Selain menjadi ajang silaturahmi dan pertemuan akbar seluruh anggota dari jejaring ID Berkebun se-Indonesia, konferensi ini juga dimaksudkan untuk menyatukan visi misi gerakan, mewujudkan skema roadmap ID Berkebun ke depannya, pertukaran pengalaman, edukasi dan ide kreatif seputar lingkungan serta membahas isu-isu lingkungan yang terkait dengan gerakan ini.

Makassar akan menjadi kota ke tiga penyelenggaraan konferensi komunitas yang didirikan oleh walikota Bandung, Ridwan Kamil ini. Setelah sebelumnya di kota Solo yang dibuka oleh Presiden Jokowi yang saat itu menjabat sebagai walikotas Solo dan Bali yang menjadi dua kota pendahulu tuan rumah #IDBerkebunConf.

Makassar akan menorehkan tinta emas dalam sejarah pergerakan kampanye lingkungan, tidak hanya untuk Sulawesi Selatan tapi juga di Indonesia.  Aksi-aksi pelestarian lingkungan adalah kerja besar. Dibutuhkan sinergi seluruh lapisan masyarakat guna mewujudukan alam yang lestari yang kelak menjadi aset berharga untuk diwariskan dari generasi ke generasi.

Karenanya panitia MGCF dan Konferensi Nasional Indonesia Berkebun 2014 mengajak masyarakat secara luas, dari berbagai kalangan untuk turut serta dalam gerakan lingkungan ini, serta terlibat dalam penyebaran informasi ini secara meluas. Untuk bantuan dan kerjasamanya, kami haturkan terimakasih.

Salam Urban Farming!!!

Nov 30

Indonesia Berkebun Conference 2013 (Selesai)

Penulis : Indah Yuniarty

Bus Pariwisata Bali bergerak menuju kawasan Kuta, Kodja Hotel. Tempat kami menginap selama semalam. Bus ini pula yang akan mengantar kami ke beberapa tempat wisata di Bali. Setelah rehat sejenak, kami pun memutuskan untuk menikmati kota Bali. Tujuan pertama kami ke GWK (Graha Wisnu Kencana). Di sana kami asyik berfoto dan menjelang malam kami menyaksikan pertunjukan Tari Kecak. Dari GWK, kami lanjut ke Toko Khrisna dan berburu ole-ole. Di sini sepertinya lanjut konferensi lagi sebab kami bertemu banyak peserta dari kota lain yang juga berburu ole-ole.

Pukul 10 malam kami sampai di hotel. Badan saya sudah terasa lelah sekali. Sampai kamar, tak sempat berganti baju dan bersih-bersih saya langsung terkapar di kasur. Sayup saya mendengar beberapa teman yang akan berkeliling menikmati pesona malam Kuta, kota yang sepertinya tak pernah tidur. Read the rest of this entry »

Nov 30

Indonesia Berkebun Conference 2013 (Part IV)

Penulis : Indah Yuniarty

Minggu, 17 November 2013

Tak terasa sampai juga di hari terakhir #IDBerkebunConf. Berat rasanya mengakhiri kegembiraan acara ini. Saling berpisah satu sama lain dan kembali ke kota masing-masing untuk kembali berkutat dengan kebun masing-masing berbekal ilmu dan pengetahuan baru tentang berkebun di kota dan juga dengan secercah harapan agar hastag yang bertebaran dapat segera terealisasi. Seperti kata Mbak Indri, “Sesungguhnya hastag itu adalah doa”. Atau kata beberapa penggiat lainnya,“percuma ada Hastag kalau tidak jadian” lalu dilanjut “jangan mau diajak jadian kalau tidak diajak nikah”. Ya, kita tunggu saja kabar kelanjutan hastag tersebut!

Setelah mandi dan packing, seluruh peserta pun berkumpul di ruang makan untuk sarapan dan bersiap-siap untuk berangkat. Lalu disela-sela sarapan Ibu Ida Amal meminta perhatian dari seluruh peserta karena ada satu hal yang belum sempat disampaikan. Dan ternyata hal inilah yang sudah dinanti-nantikan dan beberapa kali sempat dihembuskan gosipnya oleh para penggiat Makassar dari satu mulut ke telinga peserta yang lain. Read the rest of this entry »

Page 2 of 812345...Last »