«

»

Nov 30

Indonesia Berkebun Conference 2013 (Selesai)

Penulis : Indah Yuniarty

Bus Pariwisata Bali bergerak menuju kawasan Kuta, Kodja Hotel. Tempat kami menginap selama semalam. Bus ini pula yang akan mengantar kami ke beberapa tempat wisata di Bali. Setelah rehat sejenak, kami pun memutuskan untuk menikmati kota Bali. Tujuan pertama kami ke GWK (Graha Wisnu Kencana). Di sana kami asyik berfoto dan menjelang malam kami menyaksikan pertunjukan Tari Kecak. Dari GWK, kami lanjut ke Toko Khrisna dan berburu ole-ole. Di sini sepertinya lanjut konferensi lagi sebab kami bertemu banyak peserta dari kota lain yang juga berburu ole-ole.

Pukul 10 malam kami sampai di hotel. Badan saya sudah terasa lelah sekali. Sampai kamar, tak sempat berganti baju dan bersih-bersih saya langsung terkapar di kasur. Sayup saya mendengar beberapa teman yang akan berkeliling menikmati pesona malam Kuta, kota yang sepertinya tak pernah tidur.

Terdengar Syifa mengetuk kamar dan membangunkan saya. Teringat janji untuk berenang bersamanya. Waktu masih menunjukkan pukul 6 pagi, tapi saya langsung terlonjak kaget dan mengambil pakaian renang dan langsung memakainya tanpa sempat minum air putih apalagi membasuh wajah. Syifa sudah menunggu di kolam renang. Seperti anak kecil yang kegirangan, saya melangkah keluar kamar menuju kolam renang. Bersama Syifa, Kak Wahyu, Kak Jack dan mblo Tri kami menikmati pekatnya kaporit kolam Kodja ini. Hampir 2 bulan tidak nyemplung rasanya sedih juga nyemplung di kolam yang penuh kaporit.

Menjelang pukul 8 pagi saat matahari mulai tampak serius bersinar, kami memutuskan untuk berbilas. Sekitar pukul 9, kami meninggalkan penginapan diantar bus pariwisata Bali. Tujuan pertama kami ke Pantai Kuta, di sini kita hanya berfoto di latar tulisan pantai Kuta lalu dan latar ombak laut serta beberapa yang iseng berfoto dengan turis. Rute kedua, kami menuju Pantai Pandawa sebuah pantai yang baru dibuka di Bali. Dan Subhanallah, kuasa ilahi tempat ini sangat cantik. Pantai tercantik yang pernah saya temui di Bali sepanjang susur pantai yang sebelum-sebelumnya pernah saya datangi. Tebing-tebing cantik menuju arah pantainya, pasir pantai yang bersih dan belum terlalu terjamah wisatawan serta deburan ombak kecil yang seakan memanggil untuk sedikit saja menikmati hangat dekapan lautnya.
Dari pantai Pandawa, kami lanjut ke Pura Uluwatu. Sebuah kawasan Pura yang terletak di atas tebing yang di sekitarnya banyak monyet hidup bebas. Kami menikmati pemandangan dari atas tebing dan tampak monyet-monyet asyik bermain dari satu pohon ke pohon lainnya sambil sesekali iseng ke para wisatawan yang datang. Atau mengejar para wisatawan yang memegang pisang, kacang atau buah untuk para monyet itu.

Waktu sudah hampir pukul 12 siang saat kami meninggalkan Pura Uluwatu, kami pun bergegas karena harus mengejar pesawat kembali ke kota Makassar pukul 3.40 sore. Namun rupanya belanja ole-ole kemarin rasanya masih kurang, kami pun kembali singgah ke Joger dan sekaligus makan siang di tempat-tempat makan sekitaran Joger. Waktu hampir menunjukkan pukul 2 siang saat kami meninggalkan Joger. Perasaan was-was sedikit menyelimuti karena kami harus kembali lagi ke hotel untuk mengambil tas-tas yang kami titipkan dan menuju bandara.

Pukul 3 lewat 10 menit. Kami tiba di bandara, terlalu terlambat untuk pesawat yang akan berangkat 30 menit lagi. Akhirnya adegan Cinta mengejar-ngejar Rangga sempat terjadi di bandara. Bedanya, kami mengejar tertutupnya loket check ini. Sampai depan loket, Alhamdulillah masih terbuka tapi rupanya tetap saja terlambat. Kami beruntung sebab ternyata pesawatnya delay, jadi loket check in-nya masih dibuka. Setelah check ini sambil ditegur oleh petugas loket, kami pun beranjak ke arah ruang tunggu.

Di ruang tunggu kami bertumpuk hingga duduk di lantai, tak lama berselang akhirnya panggilan untuk pesawat yang akan kami tumpangi kembali ke Makassar. Satu per satu dari kami berjalan ke arah tangga yang akan mengantarkan kami kembali dalam pelukan kota Makassar. Dan tugas berat pun menanti kami untuk mempersiapkan konferensi Indonesia Berkebun 2014.

Ah.. November, bulan yang penuh cerita dan kenangan. Bulan yang tak akan terlupakan. Saat ini kami saling berkenalan, berbagi dan tertawa satu sama lain. 24 kota se-Indonesia dari ujung Barat hingga Timur Indonesia dibawah sebuah nama besar Indonesia Berkebun. Terima kasih seluruh panitia yang telah bekerja keras untuk acara ini (Mbak Maul, Kak Idnul, Kak Adel, Kak Gema, Kak Rahade, Kak Adit, Mas Sigit, Om Achmad, Ibu Ida, Mbak Sindhi, dan Mbak Indri). Terima kasih Kang Ridwan Kamil, karenamu saya bisa mengenal keluarga besar ini. Keluarga @IDBerkebun.

Dan tentu saja, walaupun bukan bulan favorit saya, saya tetap mencintai November ini karena tahun ini tepat setahun hubungan kami :”) Setahun dengan penuh warna, cerita, kisah bahkan pertengkaran kecil yang membuat kita semakin kuat. Semoga tetap seperti ini sampai saatnya nanti. Selamat 1 Tahun #DearKamu. Saya benar-benar mencintai bulan Lovember ini!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>