«

»

Nov 30

Indonesia Berkebun Conference 2013 (Part II)

Penulis : Indah Yuniarty

Jumat, 15 November 2013

Seluruh peserta berkumpul di Central Park pada pukul 7 pagi, kalau terlambat bakal ditinggal katanya. Dan ini terlalu pagi untuk saya pribadi, untungnya malam sebelum tidur saya sudah mandi sehingga pada saat bangun sisa cuci muka dan sikat gigi kemudian bergegas ke Central Park. Waktu sudah menunjukkan hampir pukul 7 pagi. Peserta yang berkumpul pun sudah banyak, ada yang dari Batang, Samarinda, Jakarta, Lampung, Medan, UI, Untirta, Bekasi dan Aceh. Tapi tidak ada yang tahu busnya dimana. Sayapun menelpon panitia lokal dan meminta no. handphone supir bus yang ternyata menunggu tidak jauh dari tempat kami berkumpul. Setelah bus datang kami pun bergegas menuju Jimbaran, melihat langit tampaknya mendung akan hujan.

Sesampainya di Jimbaran Hijau yang merupakan acara pertama #IDBerkebunConf, kami disambut oleh anak-anak SD yang bersiap untuk panen. Namun sebelumnya diberi pengarahan oleh Kak Adel (Bali Berkebun) dan diajarkan yel-yel berkebun. Setelah itu peserta #IDBerkebunConf dibagi menjadi dua, sebagian mendampingi panitia, ikut panen bersama adik-adik SD sebagian mendampingi Ibu Ida (Banten Berkebun/Kepala Sekolah Akademi Berkebun) dan panitia untuk Akademi Berkebun kepada ibu-ibu guru dan orangtua siswa.

Persiapan panen pun dimulai, siswa SD tersebut kembali dikumpulkan untuk diatur berdasarkan sekolah dan besar bedengan yang siap panen. Langit tampak mulai penuh akan air hujan yang siap tumpah. Kakak-kakak penggiat mulai menyebar ke sepanjang bedengan untuk mendampingi adik-adik yang akan panen. Saya sendiri berdiri di dekat tempat menyimpan sayuran hasil panen dan siap untuk mengikat dan membagikan ke siswa-siswa SD tersebut.

Baru satu kelompok siswa yang panen, hujan mulai turun. Perlahan sampai akhirnya menjadi deras dan para penggiat serta siswa SD pun berhamburan meninggalkan daerah kebun, mencari tempat berlindung dari derasnya hujan yang tampak sangat semangat pagi itu. 15 menit berlalu hujan pun mulai reda dan menyisakan becek dan genangan di tanah berlumpur di dekat kebun. Dan kegiatan panen pun berlanjut. Sendal dan sepatu penggiat dan siswa SD mau tidak mau akhirnya kotor dan penuh lumpur yang lengket. Namun hal ini tidak menyurutkan semangat adik-adik SD, mereka tetap semangat panen sayuran meskipun sepatu mereka jadi berat akibat banyaknya tanah yang melengket.

Seusai panen, sayuran hasil panen pun dibersihkan untuk kemudian dibagi-bagi dan dibawa pulang oleh siswa-siswa SD tersebut. Di tengah sisa-sisa rintik hujan dan melengketnya tanah pijakan kakak-kakak penggiat tetap bersemangat mengikat sayuran. Ada Adit (Untirta Berkebun), Mbak Dee dan Mbak Vivi (Banten Berkebun), Saya dan Vby (Makassar Berkebun), yang saling bekerja sama membungkus sayuran untuk dinikmati oleh adik-adik. Rasanya senang sekali, walaupun harus berkotor-kotor.

Setelah seluruh rangkaian kegiatan di Jimbaran Hijau selesai, kami pun bergegas menuju BITDEC. Namun sebelumnya kembali ke Central Park dulu untuk menjemput peserta yang baru sampai pagi ini dan singgah shalat Jumat untuk prianya dan makan siang peserta. Selagi menunggu datangnya makan siang, beberapa makanan khas tiap kota mulai keluar dan jadi camilan di bus. Ada empek-empek, amplang serta kripik-kripik lainnya.

Selepas makan siang, bus pun mulai beranjak ke arah BITDEC. Bus peserta ada 2, satu langsung ke BITDEC satu lagi ke arah bandara menjemput peserta lainnya yang baru tiba sore itu. Saat perjalanan memasuki wilayah BITDEC ternyata bus yang kami tumpangi terlalu besar sehingga tidak dapat melewati lorong masuk ke arah BITDEC. Jadilah beberapa mobil panitia yang sudah menunggu di BITDEC kembali ke arah luar dan menjemput peserta.

Hambatan pun sedikit mengganggu bus yang satu, lebih tepatnya terhadap para peserta yang ada di bus. Karena ternyata penerbangan ke Bali dari setiap kota yang terjadwalkan tiba siang itu mengalami keterlambatan penerbangan, termasuk rombongan kedua Makassar Berkebun. Sehingga bus yang menjemput harus menunggu di bandara selama kurang lebih 3 jam.

Menjelang maghrib, bus yang tadi akhirnya tiba. Saya bersama kak Idnul (Bali Berkebun) membagikan kamar ke peserta yang baru datang dan mengarahkan mereka untuk beristirahat sejenak. Tepat pukul 7 malam secara bergantian peserta mulai menikmati santap malamnya lalu beranjak ke arah ruang konferensi.

Saat makan malam, tampak beberapa teman-teman mengenakan ciri khas kotanya masing-masing. Bandung dengan peci khas Sunda-nya dan tidak ketinggalan Dara dan Daeng Makassar Berkebun dengan ‘Bando Mahkota’ dan ‘Songkok Bone’-nya.

Sudah menjadi tradisi #IDBerkebunConf, setiap kota membawa buah tangan khas daerahnya. Ole-ole tersebut disatukan di meja panitia yang kemudian dimakan bersama selama presentasi berlangsung. Sangat beragam. Ada kripik, brem, minuman apel, sari rumput laut, asam, kopi, bengkoang, cabe katokkon dan masih banyak lagi yang tidak bisa saya sebutkan satu per satu. Sebab liur bisa saja mengalir kalau mengingat semua ole-ole tersebut.

Acara konferensi dibuka oleh MC yang tidak lain adalah Tante Centil alias Tantil alias @CemilanCentil atau nama aslinya Mbak Sindhi. Setelah sepatah kata dari Ketua Panitia (Mbak Maul), Ketua Indonesia Berkebun (Mas Achmad Marendes) dan Kepala Sekolah Akademi Berkebun (Ibu Ida Amal), suasana keakraban pun dimulai dengan perkenalan masing-masing perwakilan kota dan berlanjut mempresentasikan kegiatannya.

Makassar Berkebun, dengan 18 orang perwakilan dan mengenakan khas daerah menjadi sorotan tersendiri. Jejaring dengan peserta terbanyak yang mengikuti konferensi. Kak Wahyu dan Syifa mempresentasikan kegiatan-kegiatan, pencapaian Makassar Berkebun selama 2 tahun ini, yang akan dilakukan nanti dan kami membawa misi khusus bahwa kami siap menjadi tuan rumah untuk #IDBerkebunConf selanjutnya.

Presentasi 24 kota belum selesai, waktu sudah terlalu larut dan memaksa mata terlelap. Akhirnya acara hari itu diakhiri untuk dilanjut esok pagi. Masing-masing peserta mulai kembali ke kamarnya masing-masing tidak lupa ditutup dengan sesi foto bareng dan saling berbagi ole-ole untuk dinikmati di kamar masing-masing.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>